E-Commerce : Industri Pariwisata Bisnis Perjalanan (Kesiapan Lembaga Pendidikan)
Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan nilai e-commerce terbesar di dunia. 10 negara terbesar pertumbuhan 'e-commerce' dengan pertumbuhan 78 persen, Indonesia berada di peringkat ke-1 (Kementerian Kominfo, 2019). Meksiko menjadi negara yang menduduki peringkat kedua tercepat dalam pertumbuhan e-commerce dengan pertumbuhan 59% pada 2018. Sementara itu, Filipina berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan e-commerce sebesar 51%. BPS (Statistik e-commers, 2019) melaporkan bahwa Lima lapangan usaha terbesar yang melakukan model penjualan sebagai penjual (seller) adalah: industri pengolahan sebanyak 97,26 persen, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak 95,50 persen, pendidikan sebanyak 93,39 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebanyak 92,97 persen dan konstruksi sebanyak 88,64 persen. Ide dasar tentang analisis kebutuhan SDM bidang bisnis perjalanan wisata serta manfaat e-commerce dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis perjalanan wisata menjadi sudut pandang dari peneliti yang dijadikan sebagai obyek dalam penelitian ini. Melihat kenyataan tersebut, maka analisis kebutuhan SDM bidang bisnis perjalanan wisata serta penerapan teknologi e-commerce merupakan faktor yang penting dalam menunjang keberhasilan bisnis perjalanan wisata. Buku ini disusun untuk mengetahui kesiapan bidang pendidikan dalam pelaksanaan bisnis perjalanan wisata berbasis e-commerces. Disamping itu Buku ini memberikan informasi tentang strategi dan langkah menyiapkan mahasiswa dan akademisi pariwisata yang relevan sebagai strategi peningkatan mutu sumber daya manusia bisnis perjalanan wisata berbasis e-commerce.